Jangan Tertukar! Daftar Kata Baku vs. Tidak Baku "Langganan" Ujian SEKDIN

icon

29 Desember 2025

Dalam ujian seleksi Sekolah Kedinasan, ketelitian adalah segalanya. Sering kali, kita merasa sebuah kalimat sudah benar hanya karena terdengar "akrab" di telinga. Padahal, dalam standar PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan KBBI, banyak kata yang kita gunakan sehari-hari ternyata tidak baku.

Kesalahan kecil seperti menulis "ijin" alih-alih "izin" bisa membuat Anda kehilangan poin berharga di soal TWK (Bahasa Indonesia) maupun TIU (Verbal). Mari kita bedah daftar kata baku vs. tidak baku yang paling sering muncul di soal ujian!

✍️ Jangan Tertukar! Daftar Kata Baku vs. Tidak Baku "Langganan" Ujian SEKDIN

📋 Tabel Perbandingan Kata Baku vs. Tidak Baku

Gunakan tabel ini sebagai panduan belajar cepat Anda. Hafalkan kata-kata yang sering mengecoh berikut:

Kata Baku (✅ Benar)Kata Tidak Baku (❌ Salah)Tips Mengingat
AnalisisAnalisaSerapan asing berakhiran -ysis menjadi -isis.
ApotekApotikOrang yang bekerja di sana disebut Apoteker (bukan Apotiker).
IzinIjinBerasal dari bahasa Arab menggunakan huruf Zai.
SekadarSekedarKata dasarnya adalah Kadar, bukan Keder.
PraktikPraktekOrang yang melakukannya disebut Praktisi (bukan Praktesi).
AntreAntriIngat kata "Antrean" (bukan Antrian).
KualitasKwalitasSerapan asing -ity menjadi -itas tanpa huruf 'w'.
HierarkiHirarkiSerapan dari Hierarchy, huruf 'e' tetap dipertahankan.
RisikoResikoSering salah karena pengucapan lisan. Ingat huruf 'i'.
ZamanJamanMenggunakan huruf 'Z'.
EkstremEkstrimSerapan dari Extreme, menggunakan huruf 'e'.
JadwalJadualTidak menggunakan huruf 'u'.

 

🔍 Kelompok Kata yang Sering Menipu

Selain daftar di atas, ada beberapa pola perubahan kata yang perlu Anda perhatikan agar tidak terjebak:

1. Akhiran -ir vs -asi

Banyak kata serapan yang sering disalahartikan. Kata baku biasanya menggunakan akhiran yang diserap secara utuh atau disesuaikan dengan imbuhan Indonesia.

  • Baku: Koordinasi, Legalisasi, Proyeksi.
  • Tidak Baku: Koordinir, Legalisir, Proyeksir.

2. Penggunaan Huruf 'f', 'v', dan 'p'

Indonesia memiliki aturan serapan yang ketat untuk huruf-huruf ini.

  • Baku: Aktif, Kreatif, Efektif (akhiran 'f').
  • Tidak Baku: Aktip, Kreatip, Efektip.
  • Khusus: Provinsi (Baku), bukan Propinsi. Napas (Baku), bukan Nafas.

3. Kata Majemuk yang Digabung atau Dipisah

Kesalahan penulisan ini sering muncul di soal "Manakah kalimat yang penulisannya benar?".

  • Dipisah: Kerja sama, terima kasih, tanggung jawab, olah raga.
  • Digabung: Beasiswa, kacamata, matahari, segitiga.

 

💡 Strategi Taklukkan Soal Kata Baku

  1. Gunakan Aplikasi KBBI V: Jika Anda ragu, segera cek di aplikasi resmi KBBI V milik Kemdikbud. Jika kata tersebut tidak ditemukan atau diberi label "tidak baku", segera catat versi bakunya.
  2. Perhatikan Penulisan di Media Massa Formal: Bacalah berita dari portal berita kredibel atau koran nasional. Mereka biasanya memiliki editor bahasa yang ketat dalam menjaga standar baku.
  3. Jangan Percaya Telinga: Bahasa lisan sering kali menggunakan versi tidak baku agar terdengar lebih santai. Saat ujian, abaikan cara Anda berbicara dan fokuslah pada aturan tertulis.

 

Taklukan Ujian

Menguasai kata baku bukan hanya soal lulus ujian, tapi juga menunjukkan kualitas Anda sebagai calon aparatur sipil negara yang profesional dalam berkomunikasi secara formal. Mulailah membiasakan diri menulis dengan kata baku dalam pesan singkat atau media sosial sebagai sarana latihan.